Cara Aman Membersihkan Database WordPress agar Website Tetap Cepat dan Stabil
🔰 VERSI AWAM
Banyak pengelola website tidak menyadari bahwa seiring waktu, WordPress menyimpan banyak data yang sebenarnya sudah tidak diperlukan. Data-data ini tidak terlihat, tetapi tersimpan di database dan bisa membuat website menjadi lambat.
Membersihkan database tidak berarti menghapus artikel. Justru, pembersihan dilakukan agar website tetap sehat dan optimal.
Mengapa Database Bisa Membesar?
Setiap kali admin:
- Mengedit artikel
- Mengganti tema
- Menginstal dan menghapus plugin
WordPress akan menyimpan data tambahan. Jika dibiarkan, data ini akan menumpuk.
Data Apa yang Aman Dibersihkan?
Beberapa data yang aman dibersihkan:
- Revisi artikel lama
- Cache sementara
- Data plugin yang sudah tidak digunakan
- Catatan aktivitas lama
Membersihkan data ini:
- Tidak menghapus artikel
- Tidak merusak tampilan website
- Tidak menurunkan peringkat Google
Data Apa yang Tidak Boleh Dihapus?
Ada data penting yang harus dipertahankan, seperti:
- Isi artikel
- Gambar
- Judul dan kategori
- Pengaturan utama website
Menghapus data penting bisa menyebabkan website bermasalah.
Kapan Waktu yang Tepat Membersihkan Database?
Disarankan:
- 1–3 bulan sekali untuk website aktif
- Setelah menghapus banyak plugin
- Sebelum pindah hosting
Kesimpulan Versi Awam
Membersihkan database WordPress adalah perawatan rutin, bukan tindakan berbahaya. Selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak sembarangan, website akan menjadi lebih cepat, ringan, dan stabil.
⚙️ VERSI TEKNIS
Panduan Teknis Membersihkan Database WordPress Menggunakan SQL Query
Artikel ini ditujukan untuk admin teknis, developer, atau pengelola website yang terbiasa menggunakan phpMyAdmin atau akses database langsung.
1️⃣ Backup Wajib
Sebelum eksekusi SQL:
- Export database
- Pastikan prefix tabel (default:
wp_)
2️⃣ Analisis Awal Database
Mengetahui meta_key terbesar:
SELECT meta_key, COUNT(*) AS total
FROM wp_postmeta
GROUP BY meta_key
ORDER BY total DESC
LIMIT 30;
3️⃣ Menghapus Revisi Post
DELETE FROM wp_posts
WHERE post_type = 'revision';
✔ Aman
✔ Tidak menghapus post utama
4️⃣ Menghapus Orphan Postmeta
DELETE pm
FROM wp_postmeta pm
LEFT JOIN wp_posts p ON pm.post_id = p.ID
WHERE p.ID IS NULL;
✔ Sangat dianjurkan
✔ Membersihkan sisa data artikel yang sudah dihapus
5️⃣ Menghapus Transient (Cache Database)
DELETE FROM wp_options
WHERE option_name LIKE '_transient_%'
OR option_name LIKE '_site_transient_%';
✔ Aman
✔ Cache akan dibuat ulang otomatis
6️⃣ Membersihkan Data Plugin yang Sudah Tidak Aktif
Jika plugin sudah dihapus:
DROP TABLE IF EXISTS wp_nama_plugin_table;
Jika error Unknown table muncul → abaikan, tabel sudah tidak ada.
7️⃣ Kasus Plugin Masih Aktif (MashShare)
❌ Jangan hapus total meta MashShare
✅ Hapus hanya cache API
DELETE FROM wp_postmeta
WHERE meta_key = 'mashsb_jsonshares';
Atau selektif berdasarkan umur post:
DELETE pm
FROM wp_postmeta pm
JOIN wp_posts p ON pm.post_id = p.ID
WHERE pm.meta_key IN ('mashsb_timestamp','mashsb_shares','mashsb_jsonshares')
AND p.post_date < DATE_SUB(NOW(), INTERVAL 12 MONTH);
8️⃣ Plugin SEO (Rank Math / Yoast)
❌ Jangan hapus manual:
rank_math_*
_yoast_*
Gunakan fitur cleanup bawaan plugin.
9️⃣ Meta Inti WordPress (WAJIB DIPERTAHANKAN)
❌ Jangan hapus:
_wp_attached_file
_wp_attachment_metadata
_thumbnail_id
_edit_lock
_edit_last
🔟 Optimasi Tabel Database
OPTIMIZE TABLE wp_postmeta;
OPTIMIZE TABLE wp_posts;
OPTIMIZE TABLE wp_options;
Kesimpulan Versi Teknis
Optimasi tabel setelah pembersihan
Fokus pada data orphan, cache, revisi
Jangan hapus data inti & plugin aktif
Selalu lakukan SELECT sebelum DELETE






