Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita Utama

KH Marzuki Mustamar Hadiri Pelantikan Pengurus MWC NU Kutorejo

×

KH Marzuki Mustamar Hadiri Pelantikan Pengurus MWC NU Kutorejo

Sebarkan artikel ini
SORBANSANTRI.COM

SORBANSANTRI.COM

Mojokerto– Selasa (01/06/2021) Pengurus MWC NU Kutorejo Mojokerto gelar acara pelantikan dan musyker 1 bertempat di Pondok Pesantren al-Hidayah Desa Wonodadi Kecamatan Kutorejo yang dihadiri oleh seluruh anggota pengurus, banom-banom NU Kecamatan Kutorejo, hadir pula dalam acara tersebut Wakil Bupati Kab Mojokerto, Dr. Muhammad al-Barra, M.Si, Pengurus Wilayah NU Jawa Timur Dr. KH. Marzuki Mustamar, M.Ag, Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Mojokerto KH Adzim Alawi, MUSPIKA Kecamatan Kutorejo.

Example 500x500

Pelantikan pengurus dan musyker ini dilaksanakan untuk mengukuhkan para pengurus yang sudah terpilih dan telah di usulkan ke Pengurus Cabang NU Mojokerto yang kemudian di SK-kan secara formal dan legal.

Pembacaan SK-Pelantikan dan pengukuhan secara resmi kepada 50 pengurus disampaikan langsung oleh Ketua PC NU Mojokerto, KH Adzim Alawi, dengan disaksikan oleh Ketua PW NU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, Wakil Bupati Mojokerto dan seluruh undangan yang hadir.

Setelah prosesi pengukuhan, acara berlanjut dengan penyampaian sambutan-sambutan, Sarwo Edi mengawali sambutan mewakili dari panitia kegiatan, dalam sambutannya dia menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara dan hadirnya para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

SORBANSANTRI.COM

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh KH Adzim Alawi, Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto, mengawali sambutannya, dia menegaskan kepada para pengurus yang telah dilantik untuk untuk segera bergerak melaksanakan program kerja yang telah disepakati.

Baca Juga  SKD CPNS 2024 Beda dengan 2023, Begini Aturannya

“manuk gelatik cucuke abang, lek mari dilantik edang tandang, jangan sampai manuk gelatik cucuke biru mari dilantik terus turu”, tegasnya.

selain itu, dia juga menyampaikan kepada pengurus untuk memperkuat organisasi dengan 3 pilar penopang, pilar ideologi, pilar ekonomi, pilar budaya.

” NU 2 tahun lagi menginjak 1 Abad, maka yang perlu untuk diperkuat, kekuatan organisasi sedikitnya ditopang oleh 3 kekuatan pilar, yang pertama adalah pilar ideologi, maka melalui lembaga dakwah, melalui literasi LTN NU Kutorejo untuk mencounter aliran-aliran yang tidak sejalan dengan ideologi ahlussunnah wal jamaah yang merongrong keutuhan negara tercita Republik Indonesia. pilar kedua yaitu pilar ekonomi, PC NU telah membuat BMT  Nusantara Majapahit, BMT ini akan di bentuk di setiap MWC NU se-Kabupaten Mojokerto, yang terakhir pilar ke 3, yaitu pilar budaya, kalau untuk pilar budaya di NU ini sudah luar biasa “, tuturnya menguraikan.

SORBANSANTRI.COMDisambutan selanjutnya, Gus Barra, Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, menyampaikan kepada pengurus MWC NU untuk bersama-sama ikutserta berperan mengcouter paham-paham radikal.

“Sekarang banyak paham-paham transnasional, paham-paham radikal, paham-paham yang bisa memecah belah persatuan kita, itu sudah masuk dari segala umur, dari segala sendi kehidupan , dari segala organisasi, dan itu semua sudah direncanakan dan ada yang membiayai, kalau bukan kita, kalau bukan NU yang memiliki sumpah setia kepada NKRI sinten maleh? “, tutur Gus Barra.

Selain itu dia juga mengharapkan NU untuk bisa menelorkan generasi-generasi NU yang yang bermanfaat untuk agama, nusa dan bangsa.

Baca Juga  HUKUM SHOLAT FARDHU BERJAMA'AH

SORBANSANTRI.COMMengakhiri acara pelatikan pengurus MWC NU, KH. Marzuki Mustamar, Ketua PW NU Jawa Timur, juga memberikan wawasan kebangsaan dan ke-NU-an dalam rangka untuk menguatkan keteguhan para pengurus yang dilantik untuk terus bersungguh-sungguh memperjuangkan NU.

walladzina jahadu fina lanahdiyannahum subulana, sing berjihad berjuang temenan, Allah memberikan jalan untuk sukses, lek mung ger gamblei (malas-malasan), terus rumuse iku belanda masih jauh, yo wis sampean ketinggalan sepur tenanan, ayo sing temen. Baiatmu bukan baiat pelantikan, baiatmu baiat jihad, baya’tu alassam’i watthoah bil jihad, mengikuti patuh pada aturan NU, perintah  ulama-ulama NU bil jihad, berupaya sungguh-sungguh sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya, “, ungkapnya.

selain itu KH Marzuki Mustamar juga menyampaikan independensi NU.

“NU harus independent NU harus mandiri, bekerjasama dengan bupati yes, bekerjasama dengan kecamatan yes, bermitra dengan DPR yes, bermitra dengan perusahaan yes, tapi kalo sampai diperintah pak camat salah, diperintah pak lurah salah, diperintah bupati salah, yang bener NU punya garis Pemda punya garis, mana beberapa program yang bisa di sinergiskan ayo berangkat bareng-bareng, niku jenenge Wata’awanu ‘alal birri wattaqwa, musui pemerintahan salah, bergantung pada keuangan pemerintahan iku salah, sombong nang pemerintah salah, sujud-sujud kepada pejabat juga salah, yang benar, berdiri sama tinggi duduk sama rendah tapi bekerjasama “, imbuhnya mengakhiri sambutan dan mau’idhohnya.

 

kontributor (HR/99)

Example 300250
Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *